Kamis, 21 Desember 2017

Tradisi TANG CIE

Tang Cie biasa di tanggal 22 Desember. Kecuali pada tahun kabisat justru jatuh pada tanggal 21 Desember.

Tang Cie berarti musim dingin tiba (Merupakan hari yang paling dingin)
Tang Cie mempunyai makna yang khusus bagi masyarakat Tionghua.

Seperti cerita 'dulu' dikatakan hikayat Tang Cie : ada seseorang pemuda sebagai tabib yang berbakat.

Pada saat itu ia mencari ramuan obat di hutan, karena suatu kesalahan yang tidak disengaja, racun tanaman menyebabkan kedua matanya buta.

Seseorang menemukannya terlantar di hutan, dan mengantarkannya kembali kerumah.

Ibunya yang sudah tua sangat mengasihi anaknya.

Pada saat anaknya tidur, ia rela mencongkel kedua matanya untuk diberikan kepada anaknya yang telah buta.

Setelah anaknya bangun dari tidurnya dan bisa melihat.

Ia mengetahui bahwa matanya adalah pemberian ibunya.

Ia ingin mengembalikan mata tersebut kepada ibunya, tapi ibunya menolak.

Ibunya memberikan petunjuk agar anaknya cukup membuat onde dari ketan dan dimasukan ke kelopak matanya,
dengan suatu keajaiban karena mata yang dibuat dari ketan, ibunya dapat melihat kembali.

Makna dari Onde adalah menunjukan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, yang rela memberikan 2 mata yang paling berharga untuk anaknya.

Ini dicanangkan sebagai Mother's Day yakni jatuh pada tanggal 22 Desember /Hari Ibu.

Mungkin asal usul dari Hikayat ini.
Selanjutnya dari hikayat ini bagi kalangan warga Tionghua dibuat suatu kebiasaan / adat-istiadat membuat kue onde-onde.

Pada malam hari sebelum hari Tang Cie, para ibu membuat onde-onde yang terbuat dari tepung beras ketan dan diberi warna merah, putih, hijau, dan berbetuk bulat.

Esok hari, pagi2 onde-onde tsb direbus dan dimasukan kedalam air gula dan jahe.

Setelah masak pertama-tama diberikan kepada Ibu sebanyak dua Onde.

Selanjutnya dibagikan kepada sanak keluarga dengan jumlah sesuai usianya masing2 dan di tambah satu, (menurut perhitungan Tionghua)

Sudahkah, buat Onde ??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar